PPID Kutim Lanjutkan Visitasi Monev Keterbukaan Informasi Melalui Zoom Meeting


10/07/2025 06:13:46 AM Berita Terkini

Sangatta – Dalam rangka memperkuat komitmen terhadap keterbukaan informasi publik, Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kabupaten Kutai Timur kembali melanjutkan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) secara mandiri terhadap PPID Pelaksana. Kegiatan ini dilakukan secara virtual melalui Zoom Meeting yang dipusatkan di ruang rapat Dinas Kominfo Staper Kutim, Rabu (9/7/2025).

Sekretaris Dinas Kominfo Staper Kutai Timur, Rasyid, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari visitasi lapangan sehari sebelumnya, dengan sasaran badan publik di tingkat kecamatan dan desa.

“Kegiatan ini bukan hanya seremoni antara PPID Kabupaten dan PPID Pelaksana. Ini adalah bentuk nyata pelaksanaan komitmen bersama untuk memberikan pelayanan informasi publik secara terbuka, akurat, dan mendukung prinsip transparansi, akuntabilitas, serta partisipasi masyarakat,” ujar Rasyid.

Ia mengapresiasi keaktifan para peserta dalam presentasi dan menyebut hasil dari visitasi virtual ini cukup baik.

“Hari ini kita mendengarkan presentasi melalui Zoom oleh kecamatan dan desa. Alhamdulillah, hasilnya cukup bagus dan kami memberikan apresiasi kepada para PPID Pelaksana atas penyampaian presentasinya. Ke depan, visitasi ini akan menjadi bagian dari penilaian dan berkontribusi terhadap pemberian reward dari Pemerintah Daerah,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur, M. Khaidir, S.Hi, turut memberikan penilaian bersama Ketua Komisi Informasi Provinsi Kalimantan Timur, Ir. H. Imran Duse, M.I.Kom,  dan menyampaikan pandangannya terkait pelaksanaan Monev hari kedua.

“Hari ini kita melakukan Zoom Meeting bersama delapan badan publik yang terdiri dari empat kecamatan dan empat desa. Karena keterbatasan geografis, pelaksanaan secara daring ini menjadi solusi efektif,” ujarnya.

Khaidir mengungkapkan bahwa tingkat partisipasi sangat baik, dengan kehadiran empat camat yang langsung menyampaikan presentasi. Namun demikian, ia juga mencatat masih ada beberapa desa yang belum dapat hadir, yang berdampak pada proses penilaian.